Showing posts with label BUMN. Show all posts
Showing posts with label BUMN. Show all posts

Monday, February 13, 2012

Menyalakan Api Optimisme Ditengah Pekatnya Pesimisme Bangsa


Judul Buku: Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang: Kisah Inspiratif Dahlan Iskan
Jumlah Halaman: 206 halaman
Editor:  Ishadi S.K.
Penerbit:  B-First, 2011
ISBN:  139786028864442

Mantan pencari berita ini sekarang menjadi pembuat berita. Sososk Dahlan Iskan seolah menjadi magnet baru dalam menarik perhatian masyarakat Indonesia saat ini. Sejak ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan kemudian dalam waktu kurang dari tiga tahun berpindah tanggungjawab menjadi Meteri BUMN, seolah tidak pernah habis dikupas beritanya  oleh awak media. Beragam pemberitaan mulai dari kostumnya yang unik, kemana-mana menggunakan sepatu keds,  berangkat rapat cabinet dengan Presiden menggunakan KRL , sampai bicaranya yang blakblakan mengenai adanya pihak swasta yang akan merampok uang negara dalam proyek JORR baru baru ini.

Thursday, December 29, 2011

Pro Kontra Revolusi BUMN

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/6210-pro-kontra-revolusi-bumn

Tak pelak lagi, aksi Dahlan membenahi jajaran BUMN seperti melancarkan "revolusi" perusahaan pelat merah ini. Pro dan kontra pun muncul. Kepmen 236 itu ditanggapi secara beragam oleh para komisaris di lingkungan BUMN. "Mereka terbagi dalam tiga kelompok," kata Muhammad Said Didu, Komisaris Merpati Nusantara.
Kelompok pertama adalah komisaris yang siap menjalankan amanat itu. Kelompok kedua yang mencari-cari kesempatan, dan ketiga yang cuek saja. Kepmen 236 itu, lanjut Said, juga bisa disebut kepmen ''uji nyali''. ''Yang punya nyali oke, jalan terus, yang tak punya nyali, ya, keluar dari BUMN,'' ia menambahkan.

Sebagai komisaris, Said Didu mengingatkan sesama komisaris BUMN untuk menyikapi kepmen itu dengan hati-hati. Sebelum ini, pihak-pihak yang ingin mengintervensi BUMN melakukannya dengan cara menempatkan orangnya sebagai deputi Menteri BUMN. ''Sekarang mereka akan masuk melalui komisaris dan direksi,'' katanya. Dengan kewenangan yang bertambah besar, komisaris yang tidak tahan terhadap rayuan bisa terjebak dalam pusaran korupsi.

Uji Nyali 'Revolusi' BUMN

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/6211-uji-nyali-revolusi-bumn

Menteri BUMN Dahlan Iskan bak memereteli kewenangannya sendiri. Birokrasi jadi lebih pendek. Komisaris tak bisa lagi ongkang-ongkang kaki. Dirut diajak rembukan untuk menentukan direktur. Yang punya nyali oke, jalan terus. Yang tak punya nyali, keluar dari BUMN.
---
Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief, segera menyampaikan unek-uneknya ketika mendapat giliran bicara. ''Di perusahaan kami, direktur utama (dirut) itu ketika mengambil keputusan harus minta izin ke direktur....'' Belum selesai Himawan berbicara, Menteri BUMN Dahlan Iskan langsung memotongnya. ''Oh ya, saya ingat. Ini persoalan yang lucu, masak dirut meminta izin kepada direktur niaga. Saya instruksikan sekarang juga untuk mengubah itu,'' kata Dahlan, seraya mempersilakan Himawan untuk duduk kembali. Himawan pun menurut.
Begitulah, antara lain, dialog yang terjadi dalam rapat koordinasi Kementerian BUMN di Gedung Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin pekan lalu. Dahlan, orang nomor satu BUMN itu, kembali menjelaskan bahwa ia pernah mendengar keluhan itu dalam sebuah kunjungan ke luar kota yang diikuti Himawan.