Banyak pimpinan perusahaan saat ini
berlomba-lomba untuk menunjukkan kinerja yang luar biasa untuk menarik hati
para pemegang saham. Hal ini memang menjadi tuntutan, karena para pemegang
saham selalu mengevaluasi sejauh mana peningkatan kinerja perusahaan dari waktu
ke waktu. Ukuran kinerja yang yang umum dipakai adalah ukuran kinerja
finansial. Tetapi ternyata fakta menunjukkan bahwa pencapaian kinerja fiansial saja
belum cukup. Kinerja finansial tidak menjamin keberlanjutan perusahaan di masa
yang akan datang. Banyak perusahaan yang tercatat memiliki kinerja yang luar
biasa akhirnya tenggelam oleh zaman. Fakta tersebut bisa diamati ketika kita
melihat list perusahaan-perusahaan yang masuk dalam Forbes 500 selama 30 tahun
terakhir atau mungkin pada periode waktu yng lebih pendek. Akan kita jumpai
bahwa perusahaan-perusahaan yang masuk dalam list tersebut saat ini mungkin
namanya tidak pernah kita dengar lagi. Oleh sebab itu disamping kinerja
perusahaan juga perlu memikirkan bagaimana keberlangsungan usaha di masa yang
akan datang.
Showing posts with label organization. Show all posts
Showing posts with label organization. Show all posts
Friday, May 9, 2014
Saturday, April 21, 2012
Dasar Pelaksanaan Choaching
Ketujuh aspek dasar tersebut adalah:
- Keseimbangan antara keterampilan manajerial dan leadership
- Keseimbangan antara ego dan rasa empati
- Keseimbangan antara kepatuhan terhadap peraturan dan pencapaian hasil yang baik
- Keseimbangan antara professional power dengan personal power
- Keseimbangan antara keterbukaan kepada orang lain dengan feedback untuk diri sendiri.
- Perilaku positif di dalam tim untuk penyelesaian tugas dan berhubungan dengan sesama angota tim
- Persepsi kebermaknaan kerja dan sistem kerja yang sebenarnya yang mengelilingi karyawan.
Seorang executive yang mampu menunjukkan ketujuh aspek dasar tersebut akan dengan mudah mengembangkan coaching dalam aktivitas kerja sehari hari. Bagaimana pendapat anda?
Artikel asli dapat anda baca di sini
Wednesday, February 29, 2012
Organisasi sebagai open system
Ketika mempelajari perilaku organisasi seringkali kita menemukan istilah organisasi sebagai open system. seringkali hal ini dipahami menggunakan pemahaman umum mengenai open system, atau bahkan banyak juga yang belum paham apa yang sebenarnya dimasud dengan open system ini. Ensiklopedia online terbesar di dunia pun, yakni Wikipedia, belum menjelaskan istilah open system ini dalam konteks manajemen SDM. Untuk itu tujuan dari tulisan ini adalah akan mnejelaskan mengenai terminologi tersebut dengan maksud agar para meninat HR dapat mengambil pemahaman yang benar mengenai istilah tersebut.
Labels:
behavior,
HR,
open,
organisasi,
organization,
perilaku,
SDM,
system
Subscribe to:
Posts (Atom)