Showing posts with label kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label kepemimpinan. Show all posts
Friday, June 13, 2014
Bagaimana Melakukan Penataan SDM?
Sebuah perusahaan yang sedang berkembang saat ini sedang berbenah utuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Perusahaan tersebut berdiri sudah cukup lama, tetapi telah sekian tahun seakan tidur, tidak dikelola secara baik. Namun sekarang dengan manajemen baru perusahaan mulai bangkit dan berbenah diri untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu aspek yang menjadi titik tekan dalam peningkatan kinerja adalah dengan peningkatan produktivitas. Bagaimana caranya produktivitas pabrik bisa ditingkatkan sehingga volume penjualan dapat meningkat. Diharapkan jika volume penjualan naik maka profit perusahaan juga akan naik dan daya kompetitif perusahanakan semakin meningkat. Kedua hal (profit dan daya saing) tersebut akan menjadi modal perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang. Peningkatan produktivitas pada umumnya diterjemahkan dengan peningkatan output produksi dan efisiensi penggunaan sumberdaya.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa usaha peningkatan output dan efisiensi bertujuan agar profit dan daya saing perusahaan semain meningkat dari waktu ke waktu. Usaha tersebut kemudian biasanya dituangkan dalam strategi bisnis perusahaan, baik berupa strategi bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Strategi bisnis seringkali dibaratkan seperti kita melempar langkah-langkah bisnis tersebut ke lantai dan kemudian kita memilih yang terbaik supaya tujuan bisnis kita terwujud. Dengan strategi bisnis tersebut perusahaan berharap dapat menggerakkan penggunaan sumberdaya yang dimiliki untuk diarahkan pada peningkatan output dan efisiensi input. SDM sebagai salah satu sumber daya yang dimiliki perusahaan memainkan peran dalam pencapaian tujuan perusahaan. Karena dengan SDM yang dimiliki maka perusahaan dapat mengolah sumberdaya lain sesuai dengan yang diinginkan. SDM yang diharapkan perusahaan adalah SDM yang memiliki kualitas dan kualitas yang sesuai. Kualitas SDM yang diharapkan tercermin dari tingkat kompetensi yang dimiliki karyawan untuk melaksanakan tugas. Kuantitas SDM yang diharapkan adalah jumlah SDM ideal yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
Friday, November 8, 2013
Servant Leadership dalam Era Post Industry
Munculnya era learning revolution
Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa saat ini tengah
terus berlangsung perubahan besar dalam kehidupan manusia, yakni perubahan era
industry ke era informasi/pengetahuan. Entah sampai kapan proses perubahan ini
akan berakhir. Perubahan yang besarnya
mungkin hampir menyamai perubahan yang diakibatkan oleh revolusi industri yang
terjadi pada akhir abad ke 19, yaitu dari yang era masyarakat agraris (agricultural society) yang kemudian
berubah ke masyarakat era industry (industrial age) atau yang lebih dikenal
sebagai masa era revolusi industri. Era
industry dimulai dengan ditandai oleh ditemukannya mesin uap sehingga proses
produksi yang sebelumnya bersifat rumahan dan memiliki skala usaha yang kecil
berubah menjadi bersifat pabrikan dan mass
production atau berskala besar. Pada saat itu perubahan yang terjadi hampi
meliputi segala sendi masyarakat baik itu ekonomi, social, politik, dan budaya.
Perubahan yang terjadi saat ini juga
hamper sama yakni perubahan dari era
industri ke era post industry atau era
pengetahuan/informasi, meminjam istilah yang dikemukakan Alvin Tofler dalam
bukunya The Third Wave. Penulis juga
termasuk salah seorang yang tidak menyadari hal ini sampai seorang pemikir manajemen, Daniel H,
Kim, menya takan dalam suatu konferensi Human Capital Management di Singapura
2012 tahun lalu. Begitu banyak tanda-tandanya yang telah muncul saat ini
sehingga saya merasa penting untuk menuliskannya agar kita sama-sama paham dan
mampu menyikapinya secara cerdas
Alvin Toffler pada tahun 1980 meramalkan bahwa gelombang
ketiga dari perubahan lingkungan social umat manusia akan segera terjadi secara
mendunia, perubahan dari era industry ke era pengetahuan/informasi. Perubahan
tersebut akan ditandai bergesernya peta kekuatan dunia dari negara yang
memiliki industry yang massif ke negara yang memiliki industry dengan basis
ilmu pengetahuan dan informasi yang maju . Negara yang memiliki basis pengetahuan dan informasi
yang tinggi tidak otomatis menjadi neara yang kuat tetapi dengan pengtahuan dan
informasi tersebut mereka bisa terus belajar oleh sebab itu era pengtahuan dan
informasi tersebut juga disebut sebagai era pembelajaran (leraning era/learning revolution) dimana terjadi ledakan proses
pembelajaran karena semakin terbukanya akses ilmu pengetahuan dan informs melalui
media internet. Perubahan era tersebut kemudian juga diikuti dengan perubahan mental
model masyarakat yang sangat berbeda dengan mental model yang ada dalam
masyarakat era industri. Agar memiliki pemahaman yang sama maka saya kutipkan
definisi dari mental model. Mental model
adalah cara pandang manusia mengenai
bagaimana antar komponen dalam
lingkungan nyata ini saling berhubungan atau memiliki keterkaitan.
Pemahaman mengenai mental model ini akan membantu untuk memprediksi perilaku dan menyusun pendekatan untuk memecahkan masalah.
Labels:
hcm,
HR,
Human Capital,
Human Resources,
kader,
karakter,
kepemimpinan,
leadership,
melayani,
pemimpin,
SDM,
servant
Subscribe to:
Posts (Atom)