Monday, March 31, 2014

Apakah Anda Sudah Mengenal Kepribadian Karyawan Anda?

Salah satu topik yang menjadi perhatian para peneliti ilmu keperilakuan adalah personality (kepribadian). Telah banyak penelitian yang mencoba mendefinisikan mengenai kepribadian, faktor faktor yang memepengaruhinya, ataupun kaitannya dengan faktor-faktor perilaku organisasi yang lain seperti work outcome, motivasi bekerja, motivasi untuk belajar dan mengembangkan diri, efektivitas kepemimpinan, kinerja, dsb. Usaha penelitian tersebut bertujuan untuk membantu para praktisi memahami latar belakang perilaku karyawan di tempat kerja. Dinamika hasil penelitian keperilakuan tampak jelas dari hasil penelitian penelitian sebelumnya yang menyatakan adanya keterkaitan yang signifikan antara kepribadian dengan faktor-faktor yang mempengaruhi atau faktor-faktor yang dipengaruhi tersebut tetapi dalam penelitian selanjutnya hasilnya tidak menyimpulkan demikian dan kemudian pada penelitian berikutnya pendapat tersebut dikoreksi oleh hasil penelitan yang lain. Kondisi ini telah terjadi hampir empat dekade lamanya. Salah satu faktor yang menyebabkan dinamisnya hasil penelitian mengenai kepribadian ini adalah karena konteks ketika penelitian tersebut dilakukan. berbeda beda. Sebagaimana dipahami bahwa sikap kerja yang ditunjukkan oleh karyawan merupakan refleksi dari kepribadian dia yang berinteraksi dengan situasi yang terjadi pada saat itu. Kemudian mungkin akan muncul pertanyaan, manakah yang dominan, antara kepribadian seseorang atau situasi, dalam membentuk sikap kerja karyawan?
Maka jawabannya adalah faktor situasi. Jadi kalau karyawan anda bersikap buruk di tempat kerja, bisa jadi bukan karena kepribadiannya tetapi mungkin disebabkan oleh situasi yang melingkupi dia pada saat itu. Tetapi terlepas dari hal tersebut, penting bagi kita untuk memahami model kepribadian yang umum dipahami saat ini.

Model kepribadian yang telah diterima luas sampai saat ini adalah model yang dikenal sebagai The Big Five. Lima tipe keribadian yang menonjol yang bisa menggambarkan secara komprehensif mengenai pribadi manusia. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut. Pertama adalah Neuroticism, kecenderungan untuk mengalami perasaan negatif seperti takut, sedih, malu, marah, perasaan bersalah, dan perasaan. Kedua adalah Extraversion, yaitu kecenderungan untuk menyukai orang-orang, lebih suka berada dalam kelompok besar, dan keinginan kegembiraan dan terstimulasi, cenderung bersikap tegas, aktif, banyak bicara. Ketiga adalah  Openness, yaitu kecenderungan untuk memiliki imajinasi aktif, sensitivitas estetik, keingintahuan intelektual, dan perhatian terhadap perasaan. Keempat adalah Agreeableness, yaitu kecenderungan untuk menjadi altruistik, bekerjasama, dan mempercayai. Kelima adalah  Conscientiousness, yaitu kecenderungan untuk menjadi tujuan, terorganisir, dapat diandalkan, ditentukan, dan ambisius. Masing-masing dari lima faktor terdiri dari beberapa aspek.  Model The Big Five inilah yang saat ini menjadi jangkar dalam membedah fenomena keperilakuan kepribadian terutama di dunia kerja. 

No comments:

Post a Comment