Tuesday, January 24, 2012

Buruh Demo, Apindo Cabut Gugatan Soal Upah Di Bekasi,

http://metro.vivanews.com/news/read/281455-apindo-cabut-gugatan-di-ptun-bandung
Kenapa saya mempositing berita ini? Karena saya memiliki ikatan bathin yang sangat kuat dengan para buruh yang ada di kawasan tersebut, khusunya di Kawasan Industri MM2100. Selama kurun waktu 2003-2004 saya pernah juga menjadi buruh di kawasan tersebut. Melihat, merasakan, dan mengalami sendiri apa yang terjadi pada para buruh tersebut.

VIVAnews - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akhirnya mencabut gugatan atas putusan revisi upah minimum provinsi (UMK) yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pihak Apindo dan perwakilan buruh telah bernegosiasi, kemudian terjadi kesepakatan Apindo mencabut gugatannya," ujar Kabaghumas Polresta Bekasi Kabupaten, AKP Bambang Wahyudi saat berbincang dengan VIVAnews.com, Kamis 19 januari 2012.

Sebelumnya Apindo menggugat surat keputusan revisi UMK Jawa Barat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Apindo merasa UMK yang baru itu terlalu tinggi.

Atas gugatan itu, ribuan buruh menuntut pencabutan tuntutan itu. Pihak Apindo pun berjanji akan mencabut tuntutan di PTUN Bandung itu pada hari ini. Namun, Apindo ternyata tidak mencabut tuntutan itu. Sehingga, para buruh menggelar aksi besar-besaran di tiga titik, yaitu di Cilincing, Tangerang, dan Bekasi.

Para buruh tetap mendesak Apindo untuk mencabut gugatan itu. Akhirnya polisi berinisiatif memediasi antara perwakilan buruh dengan Apindo. Hasil negosiasi itu, Apindo bersedia mencabut gugatananya. "Suratnya sudah ditandatangani setelah negosiasi tadi," kata Bambang.

"Saat ini kita membantu menyosialisasikan kesepakatan itu ke korlap masing-masing buruh," tambah Bambang.

Kemacetan panjang

Aksi demo ribuan buruh ini menyebabkan kemacetan panjang di Tol Cikampek. Hal itu karena para buruh menutup sejumlah akses jalan. "Mereka mencoba menutup akses akses tol masuk maupun keluar Cikarang Barat," ujar Bambang.

Kemacetan itu terjadi hingga sore ini. Banyak kendaraan yang tidak bisa melaju meski para buruh sudah mulai membubarkan diri. "Sampai aksi bubar, kemacetan masih terjadi," tutur Bambang. (umi)
• VIVAnews

Thursday, December 29, 2011

Pro Kontra Revolusi BUMN

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/6210-pro-kontra-revolusi-bumn

Tak pelak lagi, aksi Dahlan membenahi jajaran BUMN seperti melancarkan "revolusi" perusahaan pelat merah ini. Pro dan kontra pun muncul. Kepmen 236 itu ditanggapi secara beragam oleh para komisaris di lingkungan BUMN. "Mereka terbagi dalam tiga kelompok," kata Muhammad Said Didu, Komisaris Merpati Nusantara.
Kelompok pertama adalah komisaris yang siap menjalankan amanat itu. Kelompok kedua yang mencari-cari kesempatan, dan ketiga yang cuek saja. Kepmen 236 itu, lanjut Said, juga bisa disebut kepmen ''uji nyali''. ''Yang punya nyali oke, jalan terus, yang tak punya nyali, ya, keluar dari BUMN,'' ia menambahkan.

Sebagai komisaris, Said Didu mengingatkan sesama komisaris BUMN untuk menyikapi kepmen itu dengan hati-hati. Sebelum ini, pihak-pihak yang ingin mengintervensi BUMN melakukannya dengan cara menempatkan orangnya sebagai deputi Menteri BUMN. ''Sekarang mereka akan masuk melalui komisaris dan direksi,'' katanya. Dengan kewenangan yang bertambah besar, komisaris yang tidak tahan terhadap rayuan bisa terjebak dalam pusaran korupsi.

Uji Nyali 'Revolusi' BUMN

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/6211-uji-nyali-revolusi-bumn

Menteri BUMN Dahlan Iskan bak memereteli kewenangannya sendiri. Birokrasi jadi lebih pendek. Komisaris tak bisa lagi ongkang-ongkang kaki. Dirut diajak rembukan untuk menentukan direktur. Yang punya nyali oke, jalan terus. Yang tak punya nyali, keluar dari BUMN.
---
Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief, segera menyampaikan unek-uneknya ketika mendapat giliran bicara. ''Di perusahaan kami, direktur utama (dirut) itu ketika mengambil keputusan harus minta izin ke direktur....'' Belum selesai Himawan berbicara, Menteri BUMN Dahlan Iskan langsung memotongnya. ''Oh ya, saya ingat. Ini persoalan yang lucu, masak dirut meminta izin kepada direktur niaga. Saya instruksikan sekarang juga untuk mengubah itu,'' kata Dahlan, seraya mempersilakan Himawan untuk duduk kembali. Himawan pun menurut.
Begitulah, antara lain, dialog yang terjadi dalam rapat koordinasi Kementerian BUMN di Gedung Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin pekan lalu. Dahlan, orang nomor satu BUMN itu, kembali menjelaskan bahwa ia pernah mendengar keluhan itu dalam sebuah kunjungan ke luar kota yang diikuti Himawan.

Monday, December 5, 2011

Critical Development Experiences

Beberapa waktu yang lalu saya berdiskusi dengan seorang manajer perusahaan kayu di Indonesia. Dari mulai obrolan basa basi sampai kepada obrolan serius mengenai pekerjaan. Begitu banyak obrolan mengenai pekerjaan yang mengalir dalam pembicaraan itu hingga sampai pada satu tema obrolan yang menurut saya menarik untuk dibahas.Kawan manajer tersebut ternyata baru saja dipromosikan pada jabatan tersebut, tentu saja dia senang ketika dipromosikan. Tetapi masalah kemudian muncul, ketika dia sudah mulai menjabat maka dia seakan menjadi linglung, apa yang harus menjadi prioritas untuk dipelajari pada saat itu? Sebetulnya dia tidak perlu bingung untuk mempelajari apa, jika perusahaan telah memiliki Critical Development Experiences (CDE). Sebetulnya CDE ini merupakan bagian dari manajemen karir, tetapi kebanyakan belum sempet atau kelewatan untuk dikembangkan. CDE merupakan panduan bagi pemegang jabatan yang baru untuk melakukan pengembangan diri. Komponen CDE ada dua yaitu penugasan dan pengembangan. Penugasan bisa berupa keterlibatan dalam project skala korporat atsu penyusunan rencana strategik perusahaan. Sedangkan pengembangan dapat berupa pelatihan formal yangharus segera diikuti dan juga peningkatan kompetensi baik itu knowledge, skills, maupun attitudes. Bagaimana dengan perusahaan anda?